Pemanfaatan Quizizz Dalam Penilaian Formatif Siswa Kelas VIC SD Negeri 1 Semarapura Tengah
Pemanfaatan Quizizz Dalam Penilaian Formatif Siswa Kelas VIC SD Negeri 1 Semarapura Tengah merupakan sebuah karya tulis ilmiah yang dimuat dalam Jurnal Semesta Pendidikan Sekolah Dasar Volume 2, Nomor 1 Tahun 2019.
Kata Kunci: quizizz, penilaian formatif
Keywords: quizizz, formative assessment
PENDAHULUAN
PEMANFAATAN QUIZIZZ DALAM PENILAIAN FORMATIF SISWA KELAS VIC SD NEGERI 1 SEMARAPURA TENGAH
I Gusti Lanang Gede Putra Astawa
SD Negeri 1 Semarapura Tengah, Klungkung, Bali
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurang efektifnya pelaksanaan penilaian formatif di kelas VIC SD Negeri 1 Semarapura Tengah. Hal ini berdampak pada kurangnya motivasi siswa dalam mengikuti penilaian formatif. Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan motivasi siswa dalam penilaian formatif dengan memanfaatkan Quizizz. Pelaksanaan penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan tidak bersiklus melalui empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui angket yang memuat empat indikator yaitu kemenarikan, kualitas isi, kebahasaan dan kemudahan. Hasil angket dianalisis dengan mencari rata-rata skor setiap indikator, kemudian diklasifikasikan ke dalam lima kategori yakni sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah. Hasil dari penelitian ini, rata-rata skor indikator kemenarikan 94,40 dengan kategori sangat tinggi, skor rata-rata indikator kualitas isi 93,20 dengan kategori sangat tinggi, skor rata-rata indikator kebahasaan 93,80 dengan kategori sangat tinggi, dan skor rata-rata indikator kemudahan 93,80 dengan kategori sangat tinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan motivasi siswa meningkat dengan dimanfaatkannya quizizz dalam penilaian formatif.
ABSTRACT
This study was motivated by the ineffectiveness of the formative assessment in the sixth grade of SD Negeri 1 Semarapura Tengah. This has an impact on the lack of student motivation in following a formative assessment. The purpose of this study is to increase student motivation in formative assessment using Quizizz. The implementation of this study used the noncyclical action research method through four stages. Those are planning, action, observation, and reflection. Data was collected through questionnaires which contained four indicators: attractiveness, quality of content, language and ease. The results of the questionnaire were analyzed by the average score of each indicator. Then classified into five categories: very high, high, medium, low, and very low. The results of this study, the average score of attractiveness indicator 94.40 which was a very high category, the average score of content quality indicators 93.20 which was a very high category, the average score of language indicators 93.80 which was very high categories, and scores average ease indicator 93.80 which was very high category. The results of this study indicate student motivation increases with the use of quizizz in formative assessment.
PENDAHULUAN
Salah satu komponen yang
terpenting dalam proses
pembelajaran di sekolah adalah
penilaian. Menurut Kemdikbud
(2016:5), penilaian merupakan
proses pengumpulan dan mengolah
informasi yang bertujuan untuk
mengetahui pencapaian hasil belajar
dari peserta didik. Melalui penilaian
ini, guru dapat mengetahui
keberhasilan pembelajaran yang
dilakukan. Pembelajaran akan
dikatakan berhasil apabila siswa
mampu mencapai kompetensi yang
dirumuskan yang tercermin dari hasil
penilaian.
Penilaian memiliki dua fungsi
utama yaitu fungsi sumatif dan fungsi
formatif (Kemdikbud, 2016: 5). Guru
sebagai perancang dan pelaksana
penilaian harus mampu
melaksanakan kedua fungsi tersebut.
Fungsi sumatif penilaian yaitu
mengukur serta menilai tingkat
pencapaian kompetensi dari peserta
didik dan mendeskripsikan capaian
belajar peserta didik. Biasanya fungsi
sumatif ini dilakukan melalui penilaian
akhir semester. Sehingga, penilaian
sumatif ini sering disebut dengan
istilah penilaian atas pembelajaran
(assessment of learning).
Fungsi formatif penilaian yaitu
penilaian yang digunakan untuk
mengukur kesulitan belajar dari
peserta didik dalam sebuah
pembelajaran. Hasil dari penilaian
formatif ini akan dijadikan acuan bagi
guru untuk meningkatkan kualitas
pembelajaran. Guru akan mampu
merefleksikan proses pembelajaran
yang sudah dilakukan. Jika proses
pembelajaran yang dilakukan belum
mencapai kompetensi yang
dirumuskan, maka hasil penilaian
formatif akan menjadi acuan guru
dalam melaksanakan perbaikan
terhadap proses pembelajaran yang
dilakukan. Karena fungsinya tersebut,
fungsi formatif penilaian sering
disebut dengan penilaian untuk
pembelajaran (assessment for
learning).
Selain berfungsi sebagai
assessment for learning, penilaian
formatif juga berfungsi sebagai
assessment as learning yang berarti
penilaian formatif dapat dimanfaatkan
oleh peserta didik sebagai bahan
refleksi mengenai proses dan hasil
belajarnya. Peserta didik dapat
mengetahui kekuatan dan kelemahan
dirinya.
Selama ini, penilaian formatif
di kelas VIC SD Negeri 1
Semarapura Tengah masih dilakukan
Astawa, dengan berbasis kertas. Guru
membuat soal yang diperbanyak
sesuai dengan jumlah siswa. Siswa
mengerjakan soal tersebut pada
lembar jawaban, kemudian
dikumpulkan untuk dikoreksi oleh
guru.
Proses penilaian seperti itu di
era sekarang ini tentu kurang efektif.
Hal ini tampak dari munculnya
beberapa kendala seperti (1) waktu
mengerjakan soal menjadi molor, (2)
mengerjakan soal di kertas
memberikan peluang kepada siswa
untuk mencontek, dan (3)
memerlukan waktu yang lama bagi
guru untuk mengoreksi dan
melakukan analisis.
Pesatnya perkembangan
teknologi juga berimbas pada
perilaku peserta didik. Berdasarkan
hasil observasi dari 19 orang siswa,
sebanyak 15 orang memiliki
smartphone sendiri. Sisanya
mengatakan tidak memiliki
smartphone sendiri namun mereka
mampu menggunakan smartphone
dengan baik.
Oleh karena itu, peneliti
merasa perlu untuk merancang
sebuah penilaian yang
memanfaatkan smartphone. Untuk
bisa membuat penilaian jenis ini,
tentu memerlukan banyak waktu dan
biaya. Sehingga peneliti mencoba
untuk memanfaatkan situs-situs
online yang menyediakan layanan
penilaian secara online.
Salah satu situs yang
menyediakan layanan tes daring
adalah www.quizizz.com. Kelebihan
dari situs ini antara lain: (1) gratis, (2)
tipe soal yang beragam, (3) fitur
mengacak soal dan jawaban, (4)
menyediakan fitur hasil analisis, dan
(5) mampu memotivasi siswa untuk
berkompetisi.
Menurut hasil penelitian dari
Suo Yan Mei dkk. (2018),
penggunaan Quizizz dalam penilaian
online di kelas sangat efektif untuk
meningkatkan motivasi belajar siswa.
Hasil penelitiannya juga
menunjukkan bahwa selama
pembelajaran bahasa Arab, siswa
sangat aktif menjawab pertanyaanpertanyaan
yang diberikan dan lebih
berkonsentrasi pada topik.
Berdasarkan uraian di atas,
rumusan masalah dari penelitian ini
yaitu: (1) bagaimana pemanfaatan
quizizz sebagai penilaian formatif
siswa kelas VIC SD Negeri 1
Semarapura Tengah, (2) bagaimana
motivasi belajar siswa kelas VIC SD
Negeri 1 Semarapura Tengah setelah
pemanfaatan quizizz dalam penilaian
formatif.
Tujuan dari penelitian ini yaitu:
(1) untuk mengetahui pemanfaatan
quizizz sebagai penilaian formatif
siswa kelas VIC SD Negeri 1
Semarapura Tengah, (2) untuk
mengetahui motivasi belajar siswa
kelas VIC SD Negeri 1 Semarapura
Tengah setelah pemanfaatan quizizz
dalam penilaian formatif.
METODE
Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan yang terdiri dari empat tahapan yaitu: (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Menurut Arikunto (2013:129) penelitian tindakan merupakan penilitian yang dilakukan di masyarakat atau kelompok sasaran yang dampaknya langsung bisa dirasakan oleh masyarakat ataupun kelompok yang menjadi sasaran penelitian. Menurut Sukardi (2013:210) penelitian tindakan paling tepat dilakukan oleh seorang guru. Karena penelitian tindakan ini memiliki beberapa keunggulan yang meliputi: (1) mereka dalam melaksanakan penelitian tidak perlu meninggalkan siswanya, (2) mereka dapat merasakan langsung hasil dari tindakan yang telah direncanakan dan dilaksanakan, dan (3) bila perlakuan dilakukan kepada siswa maka siswa dapat merasakan hasil dari tindakan tersebut.
Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIC SD Negeri 1 Semarapura Tengah tahun pelajaran 2018/2019 yang berjumlah 19 orang. Sebanyak 11 orang merupakan siswa laki-laki dan 8 orang siswa perempuan. Yang diteliti adalah motivasi siswa melalui pemanfaatan Quizizz dalam penilaian formatif.
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket. Menurut Sugiyono (2015:142) angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui pemberian seperangkat pernyataan atau pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawab.
Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket yang memuat empat indikator yaitu: kemenarikan, kualitas isi, kebahasaan dan kemudahan. Indikator tersebut dijabarkan ke dalam 20 pernyataan dengan lima pilihan jawaban yakni: Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Kurang Setuju (KS), Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (STS). Untuk pernyataan positif, pilihan jawaban Sangat Setuju (SS) diberikan skor 5, Setuju (S) diberikan skor 4, Kurang Setuju (KS) diberikan skor 3, Tidak Setuju (TS) diberikan skor 2, Sangat Tidak Setuju (STS) diberikan skor 1. Sedangkan untuk pernyataan negatif, pilihan jawaban Sangat Setuju (SS) diberikan skor 1, Setuju (S) diberikan skor 2, Kurang Setuju (KS) diberikan skor 3, Tidak Setuju (TS) diberikan skor 4, Sangat Tidak Setuju (STS) diberikan skor 5.
Data yang diperoleh dari hasil angket akan dianalisis secara statistik deskriptif. Masing-masing indikator dicari rata-rata skor yang diperoleh setiap indikator. Hasilnya kemudian dikategorikan menjadi sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah sesuai dengan tabel berikut.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pemanfaatan Quizizz dalam penilaian formatif dilaksanakan melalui empat tahapan yakni: perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Dalam tahapan perencanaan, peneliti melakukan analisis terhadap kompetensi dasar dan indikator untuk membuat soal penilaian formatif. Setelah soal selesai, dilanjutkan dengan pembuatan soal di situs www.quizizz.com.
Pada tahapan tindakan, peneliti melakukan empat kali penilaian formatif dengan memanfaatkan Quizizz. Siswa mengerjakan soal melalui smartphone yang mereka bawa. Peneliti melihat perkembangan jawaban siswa melalui tayangan Quizizz di laptop.
Tahapan ketiga dalam penelitian ini adalah observasi. Dalam tahapan ini, peneliti memberikan angket yang harus diisi oleh siswa berkenaan dengan pemanfaatan Quizizz dalam penilaian formatif.
Tahapan terakhir adalah refleksi. Dalam tahapan ini, peneliti melakukan analisis terhadap hasil angket yang sudah diberikan pada tahapan observasi. Analasis angket ini dilakukan untuk menentukan klasifikasi setiap indikator motivasi siswa. Berdasarkan hasil angket, diperoleh data mengenai motivasi belajar siswa sesuai dengan masingmasing pernyataan seperti berikut ini.
Tingginya motivasi siswa dalam penilaian formatif tidak terlepas dari penerapan media online Quizizz dalam pelaksanaan penilaian. Melalui Quizizz, siswa kelas VIC SD Negeri 1 Semarapura Tengah termotivasi untuk mengerjakan soal penilaian. Fasilitas Quizizz yang menyediakan fitur rangking membuat siswa berusaha untuk mengerjakan soal dengan baik. Soal yang secara otomatis diacak, serta pembatasan waktu dalam pengerjaan soal membuat siswa menjadi lebih mandiri. Mereka berusaha sendiri menyelesaikan soal yang diperoleh. Hasil ini sesuai dengan hasil temuan dari Arsyad (2010:15) yang menyatakan kehadiran media online atau buletin gadget dalam pembelajaran era sekarang ini mampu membangkitkan keinginan dan minat yang baru dalam diri siswa. Hal ini juga yang membangkitkan motivasi dan rangsangan dalam diri siswa untuk belajar. Lebih luas lagi, media online ini bisa membawa pengaruh psikologis yang bersifat postif. Fitur Quizizz yang menyediakan analisis secara langsung terhadap hasil jawaban dari siswa juga membawa dampak positif.
Berdasarkan hasil wawancara, siswa mengaku mengetahui dimana kekurangan dan kelebihan mereka, Tampak muncul tekad dalam diri siswa untuk belajar memperbaiki kekurangan dalam diri mereka. Prilaku siswa yang ingin memperbaiki diri, sesuai dengan prinsip dari penilaian formatif yang disampaikan oleh Kemendikbud (2016:7) bahwa penilaian formatif berfungsi sebagai assessment as learning. Peserta didik terlibat secara aktif dalam merefleksikan proses dan hasil belajar mereka sehingga menjadi pembelajar mandiri.
Bagi guru, hasil analisis langsung tersebut dapat digunakan sebagai bahan untuk merefleksikan pembelajaran yang sudah dilaksanakan. Fitur analisis memberikan identifikasi mengenai materi-materi yang masih sulit dipahami siswa. Sehingga guru dapat merancang strategi yang lebih efektif untuk membelajarkan siswa. Hal ini sesuai dengan fungsi penilaian formatif sebagai assessment for learning.
SIMPULAN
Berdasarkan hasil yang diperoleh dalam penelitian ini dapat disimpulkan (1) pemanfaatan Quizizz dalam penilaian formatif dalaksanakan melalui empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. (2) Motivasi siswa meningkat setelah dimanfaatkannya Quizizz dalam penilaian formatif. Hal ini tampak dari rata-rata skor untuk indikator kemenarikan 94,40, rata-rata skor untuk indikator kualitas isi 93,20, rata-rata skor untuk indikator kebahasaan 93,80, rata-rata skor untuk indikator kemudahan 93,80 yang semuanya masuk ke dalam kategori sangat tinggi.
Penilaian formatif dengan menggunakan media online seperti Quizizz perlu dilakukan karena memiliki banyak kelebihan diantaranya efisien, efektif, dan ramah lingkungan. Efisien waktu dapat dirasakan langsung oleh guru dan siswa. Guru tidak lagi memerlukan waktu untuk menganalisis hasil penilaian. Sedangkan bagi siswa, mereka tidak perlu menunggu untuk mengetahui hasil penilaiannya. Efektif karena fungsi penilaian formatif dapat terlaksana dengan baik. Bagi guru hasil analisis penilaian dapat dimanfaatkan untuk perbaikan proses pembelajaran berikutnya. Sedangkan bagi siswa, mereka langsung mendapatkan umpan balik dari proses belajarnya. Pemanfaatan Quizizz dalam penilaian juga ramah lingkungan karena membantu mengurangi penggunaan kertas.
DAFTAR PUSTAKA
METODE
Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan yang terdiri dari empat tahapan yaitu: (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Menurut Arikunto (2013:129) penelitian tindakan merupakan penilitian yang dilakukan di masyarakat atau kelompok sasaran yang dampaknya langsung bisa dirasakan oleh masyarakat ataupun kelompok yang menjadi sasaran penelitian. Menurut Sukardi (2013:210) penelitian tindakan paling tepat dilakukan oleh seorang guru. Karena penelitian tindakan ini memiliki beberapa keunggulan yang meliputi: (1) mereka dalam melaksanakan penelitian tidak perlu meninggalkan siswanya, (2) mereka dapat merasakan langsung hasil dari tindakan yang telah direncanakan dan dilaksanakan, dan (3) bila perlakuan dilakukan kepada siswa maka siswa dapat merasakan hasil dari tindakan tersebut.
Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIC SD Negeri 1 Semarapura Tengah tahun pelajaran 2018/2019 yang berjumlah 19 orang. Sebanyak 11 orang merupakan siswa laki-laki dan 8 orang siswa perempuan. Yang diteliti adalah motivasi siswa melalui pemanfaatan Quizizz dalam penilaian formatif.
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket. Menurut Sugiyono (2015:142) angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui pemberian seperangkat pernyataan atau pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawab.
Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket yang memuat empat indikator yaitu: kemenarikan, kualitas isi, kebahasaan dan kemudahan. Indikator tersebut dijabarkan ke dalam 20 pernyataan dengan lima pilihan jawaban yakni: Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Kurang Setuju (KS), Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (STS). Untuk pernyataan positif, pilihan jawaban Sangat Setuju (SS) diberikan skor 5, Setuju (S) diberikan skor 4, Kurang Setuju (KS) diberikan skor 3, Tidak Setuju (TS) diberikan skor 2, Sangat Tidak Setuju (STS) diberikan skor 1. Sedangkan untuk pernyataan negatif, pilihan jawaban Sangat Setuju (SS) diberikan skor 1, Setuju (S) diberikan skor 2, Kurang Setuju (KS) diberikan skor 3, Tidak Setuju (TS) diberikan skor 4, Sangat Tidak Setuju (STS) diberikan skor 5.
Data yang diperoleh dari hasil angket akan dianalisis secara statistik deskriptif. Masing-masing indikator dicari rata-rata skor yang diperoleh setiap indikator. Hasilnya kemudian dikategorikan menjadi sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah sesuai dengan tabel berikut.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pemanfaatan Quizizz dalam penilaian formatif dilaksanakan melalui empat tahapan yakni: perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Dalam tahapan perencanaan, peneliti melakukan analisis terhadap kompetensi dasar dan indikator untuk membuat soal penilaian formatif. Setelah soal selesai, dilanjutkan dengan pembuatan soal di situs www.quizizz.com.
Pada tahapan tindakan, peneliti melakukan empat kali penilaian formatif dengan memanfaatkan Quizizz. Siswa mengerjakan soal melalui smartphone yang mereka bawa. Peneliti melihat perkembangan jawaban siswa melalui tayangan Quizizz di laptop.
Tahapan ketiga dalam penelitian ini adalah observasi. Dalam tahapan ini, peneliti memberikan angket yang harus diisi oleh siswa berkenaan dengan pemanfaatan Quizizz dalam penilaian formatif.
Tahapan terakhir adalah refleksi. Dalam tahapan ini, peneliti melakukan analisis terhadap hasil angket yang sudah diberikan pada tahapan observasi. Analasis angket ini dilakukan untuk menentukan klasifikasi setiap indikator motivasi siswa. Berdasarkan hasil angket, diperoleh data mengenai motivasi belajar siswa sesuai dengan masingmasing pernyataan seperti berikut ini.
- Untuk pernyataan mengenai tampilan Quizizz pada penilaian formatif menarik, 19 siswa menyatakan sangat setuju (SS), sehingga skor pernyataan ini 95.
- Untuk pernyataan mengenai lebih semangat belajar dengan adanya penilaian formatif dengan menggunakan Quizizz, 19 siswa menyatakan sangat setuju (SS), sehingga skor untuk pernyataan ini 95.
- Untuk pernyataan mengenai penilaian formatif dengan menggunakan Quizizz membosankan, 18 siswa menyatakan sangat tidak setuju (STS) dan 1 siswa menyatakan tidak setuju (TS). Sehingga skor untuk pernyataan ini 94.
- Untuk pernyataan mengenai siswa mengetahui kelemahan belajarnya, 17 siswa menyatakan sangat setuju (SS), dan 2 siswa menyatakan setuju (S). Sehingga skor untuk pernyataan ini 93.
- Untuk pernyataan mengenai siswa lebih suka mengerjakan soal menggunakan Quizizz, 19 orang siswa menyatakan sangat setuju (SS) sehingga skor untuk pernyataan ini adalah 95.
- Untuk pernyataan mengenai soal yang diberikan melalui Quizizz sesuai dengan materi yang diajarkan, 18 siswa menyatakan sangat setuju (SS), dan 1 siswa menyatakan setuju (S). Sehingga skor untuk pernyataan ini 94.
- Untuk pernyataan mengenai soal yang diberikan melalui Quizizz di luar kemampuan siswa, 16 siswa menyatakan sangat tidak setuju (STS), dan 3 siswa menyatakan tidak setuju (TS). Sehingga skor untuk pernyataan ini 92.
- Untuk pernyataan mengenai soal yang diberikan melalui Quizizz mampu mengukur kemampuan siswa, 18 siswa menyatakan sangat setuju (SS), dan 1 siswa menyatakan setuju (S). Sehingga skor untuk pernyataan ini 94.
- Untuk pernyataan mengenai materi soal yang disajikan mudah dipahami, 17 siswa menyatakan sangat setuju (SS), dan 2 siswa menyatakan setuju (S). Sehingga skor untuk pernyataan ini 93.
- Untuk pernyataan mengenai soal yang diberikan dalam Quizizz jelas , 17 siswa menyatakan sangat setuju (SS), dan 2 siswa menyatakan setuju (S). Sehingga skor untuk pernyataan ini 93.
- Untuk pernyataan mengenai siswa dapat mengakses Quizizz dengan mudah, 16 siswa menyatakan sangat setuju (SS), dan 3 siswa menyatakan setuju (S). Sehingga skor untuk pernyataan ini 92.
- Untuk pernyataan mengenai Quizizz sangat memudahkan dalam pengambilan nilai, 19 siswa menyatakan sangat setuju (SS), sehingga skor untuk pernyataan ini 95.
- Untuk pernyataan mengenai siswa tidak mengerti cara memasukkan kode Quizizz, 17 siswa menyatakan sangat tidak setuju (STS), dan 2 siswa menyatakan tidak setuju (TS). Sehingga skor untuk pernyataan ini 93.
- Untuk pernyataan mengenai sangat mudah menjawab soal menggunakan Quizizz, 19 siswa menyatakan sangat setuju (SS), sehingga skor untuk pernyataan ini 95.
- Untuk pernyataan mengenai Quizizz mudah dimengerti dari segi menu maupun fasilitas (tombol), 18 siswa menyatakan sangat setuju (SS), 1 siswa menyatakan setuju (S). Sehingga skor untuk pernyataan ini 94.
- Untuk pernyataan mengenai kalimat dalam soal Quizizz jelas dan mudah dipahami, 18 siswa menyatakan sangat setuju (SS), dan 1 siswa menyatakan setuju (S). Sehingga skor untuk jawaban ini 94.
- Untuk pernyataan mengenai bahasa yang digunakan dalam Quizizz sngat sulit dimengerti, 17 siswa menyatakan sangat tidak setuju (STS), dan 2 siswa menyatakan tidak setuju (TS). Sehingga skor untuk pernyataan ini 93.
- Untuk pernyataan mengenai simbol yang digunakan dalam Quizizz sederhana dan mudah dibaca, 18 siswa menyatakan sangat setuju (SS), dan 1 siswa menyatakan setuju (S). Sehingga skor untuk pernyataan ini 94.
- Untuk pernyataan mengenai pilihan jawaban dari soal yang diberikan sangat jelas, 17 siswa menyatakan sangat setuju (SS), dan 2 siswa menyatakan setuju (S). Sehingga skor pernyataan ini 93.
- Untuk pernyataan mengenai kalimat dalam soal Quizizz tidak terlalu panjang, 19 siswa menyatakan sangat setuju (SS), sehingga skor untuk pernyataan ini 95.
Tingginya motivasi siswa dalam penilaian formatif tidak terlepas dari penerapan media online Quizizz dalam pelaksanaan penilaian. Melalui Quizizz, siswa kelas VIC SD Negeri 1 Semarapura Tengah termotivasi untuk mengerjakan soal penilaian. Fasilitas Quizizz yang menyediakan fitur rangking membuat siswa berusaha untuk mengerjakan soal dengan baik. Soal yang secara otomatis diacak, serta pembatasan waktu dalam pengerjaan soal membuat siswa menjadi lebih mandiri. Mereka berusaha sendiri menyelesaikan soal yang diperoleh. Hasil ini sesuai dengan hasil temuan dari Arsyad (2010:15) yang menyatakan kehadiran media online atau buletin gadget dalam pembelajaran era sekarang ini mampu membangkitkan keinginan dan minat yang baru dalam diri siswa. Hal ini juga yang membangkitkan motivasi dan rangsangan dalam diri siswa untuk belajar. Lebih luas lagi, media online ini bisa membawa pengaruh psikologis yang bersifat postif. Fitur Quizizz yang menyediakan analisis secara langsung terhadap hasil jawaban dari siswa juga membawa dampak positif.
Berdasarkan hasil wawancara, siswa mengaku mengetahui dimana kekurangan dan kelebihan mereka, Tampak muncul tekad dalam diri siswa untuk belajar memperbaiki kekurangan dalam diri mereka. Prilaku siswa yang ingin memperbaiki diri, sesuai dengan prinsip dari penilaian formatif yang disampaikan oleh Kemendikbud (2016:7) bahwa penilaian formatif berfungsi sebagai assessment as learning. Peserta didik terlibat secara aktif dalam merefleksikan proses dan hasil belajar mereka sehingga menjadi pembelajar mandiri.
Bagi guru, hasil analisis langsung tersebut dapat digunakan sebagai bahan untuk merefleksikan pembelajaran yang sudah dilaksanakan. Fitur analisis memberikan identifikasi mengenai materi-materi yang masih sulit dipahami siswa. Sehingga guru dapat merancang strategi yang lebih efektif untuk membelajarkan siswa. Hal ini sesuai dengan fungsi penilaian formatif sebagai assessment for learning.
SIMPULAN
Berdasarkan hasil yang diperoleh dalam penelitian ini dapat disimpulkan (1) pemanfaatan Quizizz dalam penilaian formatif dalaksanakan melalui empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. (2) Motivasi siswa meningkat setelah dimanfaatkannya Quizizz dalam penilaian formatif. Hal ini tampak dari rata-rata skor untuk indikator kemenarikan 94,40, rata-rata skor untuk indikator kualitas isi 93,20, rata-rata skor untuk indikator kebahasaan 93,80, rata-rata skor untuk indikator kemudahan 93,80 yang semuanya masuk ke dalam kategori sangat tinggi.
Penilaian formatif dengan menggunakan media online seperti Quizizz perlu dilakukan karena memiliki banyak kelebihan diantaranya efisien, efektif, dan ramah lingkungan. Efisien waktu dapat dirasakan langsung oleh guru dan siswa. Guru tidak lagi memerlukan waktu untuk menganalisis hasil penilaian. Sedangkan bagi siswa, mereka tidak perlu menunggu untuk mengetahui hasil penilaiannya. Efektif karena fungsi penilaian formatif dapat terlaksana dengan baik. Bagi guru hasil analisis penilaian dapat dimanfaatkan untuk perbaikan proses pembelajaran berikutnya. Sedangkan bagi siswa, mereka langsung mendapatkan umpan balik dari proses belajarnya. Pemanfaatan Quizizz dalam penilaian juga ramah lingkungan karena membantu mengurangi penggunaan kertas.
DAFTAR PUSTAKA
- Arikunto, Suharsimi. (2013). Prosedur Penelitian, Jakarta: Rineka Cipta. Arsyad, Azhar. (2010). Media Pembelajaran, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
- Kemendikbud. (2016). Panduan Penilaian Untuk Sekolah Dasar, Jakarta: Kemendikbud Sugiyono. (2015).
- Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, Bandung: Alfabeta. Sukardi. (2013).
- Metodologi Penelitian Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara.
- Suo Yan Mei, et al. (2018), Implementing Quizizz as Game Based Learning in the Arabic Classroom, European Journal of Social Science Education and Research, V, 1, dan 194-198.

Post a Comment for "Pemanfaatan Quizizz Dalam Penilaian Formatif Siswa Kelas VIC SD Negeri 1 Semarapura Tengah"
Post a Comment