Cara Menulis Feature Yang Benar

Mungkin banyak yang bertanya apa itu feature? Dalam beberapa lomba yang diselenggarakan oleh Kemendikbud, feature masuk ke dalam salah satu kategorinya. Kali ini, saya akan membahas secara lengkap mengenai Cara Menulis Featured yang Benar.

Cara Menulis Feature Yang Benar


Pengertian Feature


Feature adalah salah satu jenis tulisan yang ada di media massa. Feature juga sering disebut juga tulisan khas yang sifatnya dapat menggugah perasaan manusiawi (human interest). Feature juga didefinisikan sebagai tulisan kreatif, kadang-kadang subjektif, yang terutama dimaksudkan untuk membuat senang dan memberi informasi kepada pembaca mengenai suatu kejadian. Jika dipecah dari definisi tersebut terdapat unsur-unsur dalam penulisan feature yaitu kretivitas, subjektifitas, informatif, dan menghibur.

Perbedaan Feature dengan Berita

Lalu apa perbedaan feature dengan berita? Perbedaan berikut mungkin bisa menjadi penambah pengetahuan mengenai apa perbedaan feature dengan berita.

Berita

  1. Harus dimuat saat itu juga
  2. Bersifat aktual
  3. Bahasa langsung menuju sasaran atau denotatif
  4. Bersifat menyampaikan informasi
  5. Objektif (tanpa opini pribadi)
Feature
  1. Bisa dimuat kapan saja
  2. Bersifat human interest
  3. Bahasa konotatif (bahasa sastra)
  4. Bersifat mengisahkan informasi
  5. Subjektif (mengandung opini pribadi)

Teknik Penulisan Feature

Jika kita membuat tulisan feature, ingatlah bahwa kita membuat tulisan dengan teknik mengisahkan cerita. Hanya saja cerita yang kita buat bukan khayalan, melainkan berdasarkan data dan fakta yang ada. Jadi, membuat feature pada dasarnya membuat sebuah cerita dengan bahan infromasi yang ada.

Struktur Tulisan Feature

Struktur feature terdiri atas lead (kepala atau intro), tubuh, dan ending (penutup). Lead dalam feature harus memperhatikan hal yang menarik, menonjol, atau dramatis. Lead itu bisa berupa hal menarik dari kejadian, ucapan atau dialog, suasana, atau kalimat penggoda seperti "Tahukah anda bahwa sekolah dihuni satu keluarga Jin?"

Selain itu, ibarat sebuah cerita, feature memiliki ending atau penutup. Berikut merupakan beberapa jenis ending (penutup) dari sebuah feature.
  1. Penutup ringkasan: bersifat kesimpulan yang hanya mengikat ujung-ujung cerita yang lepas-lepas dan menunjuk kembali kepada lead.
  2. Penutup penyengat: bersifat mengagetkan atau seolah-olah membuat pembaca terlonjak. Penulis hanya menggunakan tubuh cerita untuk menyiapkan pembaca pada kesimpulan yang tidak terduga.
  3. Penutup klimaks: bersifat klimaks pada akhir cerita yang disusun secara kronologis.
  4. Penutup tanpa penyelesaian: akhir cerita sengaja ditekankan pada satu pertanyaan pokok yang tidak terjawab.
Agar tulisan jelas mana awal dan mana akhir, kita perlu berpegang pada salah satu urutan cara penyajian. Urutan cara penyajian bisa dibagi sebagai berikut.
  1. Urutan waktu: Cara ini banyak digunakan dalam penulisan profil tokoh atau peristiwa, misalnya menceritakan seorang tokoh dari masa kecil, masa remaja, hingga masa suksesnya sekarang.
  2. Urutan ruang: Cara ini digunakan dalam penulisan tempat-tempat misalkan tentang bangunan bersejarah. Tulisan diawali dengan pelukisan deskriptif halaman depannya, kemudia berandanya, lalu ruang dalam.
  3. Urutan klimaks: Cara ini digunakan dalam penulisan kejadian yang mengandung unsur klimaks. Tulisan dimulai dari hal-hal santai, lalu berangsur menjelaskan persoalan serius dan menegangkan.
  4. Urutan sebab-akibat: Tulisan dimulai dari sebab terjadinya suatu permasalah, kemudia menjurus kepada akibat yang ditimbulkan.
  5. Urutan akibat-sebab: Penyajian ini merupakan kebalikan dari. Awal tulisan mengangkat tentang akibat sebuah peristiwa, bagian akhir berulah membahas sebab terjadinya permasalahan tersebut.
  6. Urutan umum-khusus: Cara ini dimulai dengan mengemukakan hal yang umum, kemudian menuju ke hal yang khusus.
  7. Urutan khusus-umum: Cara ini dimulai dengan mengemukakan hal yang khusus ke hal yang bersifat umum.
  8. Urutan pemecahan masalah: Cara ini dimulai dari pembeberan masalah-masalah yang kemudian diikuti dengan cara pemecahan.
  9. Urutan keakraban: Cara ini dimulai dari dengan hal-hal yang akrab terlebih dahulu, sebelum berangsur-angsur mengemukakan hal-hal yang masih asing bagi pembaca.

Jenis-Jenis Feature

Feature dapat dibuat dengan berbagai bentuk seperti berikut.
  1. Feature Kemanusiaan. Feature jenis ini menekankan pada rasa kemanusiaan seperti haru, benci, marah, jengkel, cinta, dan simpati.
  2. Feature Sejarah. Feature jenis ini menyangkut peristiwa sejarah.
  3. Feature Perjalanan. Feature jenis ini menuturkan kisah perjalanan atau petualangan ke suatu tempat yang memikat.
  4. Feature Biografi. Feature yang menyangkut riwayat hidup atau profil seseorang.
  5. Feature Kiat. Feature yang menguraikan sesuatu atau bagaimana sesuatu harus dikerjakan.
  6. Feature Sains. Feature jenis ini merupakan feature yang membahas ilmu pengetahuan alam.
Demikian informasi mengenai Cara Menulis Feature Yang Benar. Semoga bermanfaat.

Post a Comment for "Cara Menulis Feature Yang Benar"